Friday, June 29, 2018

PEMBAKARAN JERAMI YANG MENYEBABKAN POLUSI UDARA


MAKALAH
PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

PEMBAKARAN JERAMI YANG MENYEBABKAN POLUSI UDARA


Disusun Oleh
Achmad Fajri Nur Khakim (4001413023)










IPA TERPADU
FAKULTAS MATEMATIKA DAN IMU PENGETAHUAN ALAM
Mata Kuliah : Pendidikan Lingkungan Hidup
Dosen : Miranita Khusniati






KATA PENGANTAR

Puji syukur saya haturkan ke hadirat Tuhan YME, karena dengan karunia-Nya saya dapat menyelesaiakan makalah yang berjudul “pemanfaatan limbah jerami”.

Tidak lupa kami sampaikan terimakasih kepada semua pihak yang membantu dalam terselesaikannya makalah ini. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada teman-teman mahasiswa yang juga sudah memberi kontribusi baik langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan karya ilmiah ini.

Tentunya ada hal-hal yang ingin saya berikan kepada masyarakat dari hasil makalah ini. Karena itu saya berharap semoga karya ilmiah ini dapat menjadi sesuatu yang berguna bagi kita bersama.

Penulis menyadari bahwa dalam menyusun karya tulis ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna sempurnanya makalah ini. Penulis berharap semoga karya tulis ini bisa bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.




Semarang ,  12 Mei 2014


Penyusun





BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Saat ini pencemaran udara memang sudah menjadi masalah yang serius karena dampaknya yang ditimbulkan dapat menyebabkan kerusakan alam yang pada akhirnya merugikan manusia sendiri. Di kota besar pencemaran udara merupakan masalah yang sudah biasa karena sangat banyak faktor yang dapat menyebabkannya seperti asap industri yang dikeluarkan oleh pabrik-pabrik, gas-gas yang dikeluarkan oleh berbagai macam kendaraan, dan pembakaran sampah-sampah rumah tangga.

Dampak yang ditimbulkan oleh pencemaran udara tidak hanya berakibat pada manusia saja tetapi ekosistem dimana terjadi pencemaran udara juga akan terkena dampaknya. Dampak umum yang terjadi adalah suhu di lingkungan tersebut yang bertambah panas, sinar matahari menjadi terkena partikel-partikel yang berbahaya dari polusi udara sehingga ketika sinar matahari sampai kepada manusia dapat menyebabkan penyakit, dan juga daur dari berbagai unsur atau gas yang bermanfaat bagi makhluk hidup akan terganggu, seperti oksigen dan nitrogen.

Masalah ini, yaitu pencemaran udara tidak hanya terdapat di kota besar tetapi juga mulai terjadi di desa-desa. Di desa penulis, yaitu di desa Bejiruyung, kecamatan Sempor, kabupaten Kebumen  sudah mulai terdapat pencemaran udara. Di desa bejiruyung sendiri terdapat suatu masalah yang menyebabkan terjadinya pencemaran udara tersebut yag akan dibahas pada makalah ini.

Kita seharusnya tidak hanya berdiam diri dengan permasalahan lingkungan disekitar kita atau hanya menuggu upaya dari pemerintah untuk mengatasinya, kita seharusnya menjadi pionir dalam menyelesaikan permasalahan ingkungan disekitar kita. Walaupun pada awalnya tidak ada yang mendukung kita dalam upaya yang kita lakukan, kita harus semakin semangat dalam berusaha melakukannya, kita harus buktikan bahwa apa yang kita lakukan akan berbuah hasil yang bermanfaat dalam kebaikan sesama. Ketika apa yang kita lakukan telah ada hasilnya, lama-kelamaan akan banyak yang mendukung upaya kita bahkan pemerintah akan memberikan bantuannya untuk memfasilitasi apa yang kita perlukan dalam menyelesaikan permasalahan lingkungan, dan penulis juga yakin akan ada jalan jalan keluar dari setiap permasalahan jika kita mau berusaha

1.1  Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, permasalahan yang akan dibahas pada makalah ini adalah sebagai berikut:
  1. Apa permasalahan lingkungan yang ada di desa Bejiruyung?
  2. Apa yang menyebabkan permasalahan tersebut teerjadi di desa Bejiruyung?
  3. Bagaimana solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut

1.1  Tujuan
Pembutan makalah ini memiliki tujuan untuk:
  1. Mengetahui permasalahan yang terjadi di desa Bejuruyung.
  2. Memberikan informasi tentang apa yang menyebabkan terjadinya permasalahan di desa Bejiruyung.
  3. Mengetahui solusi untuk mengatasi permasalahan yang terjadi di desa Bejiruyung.



BAB 2
PEMBAHASAN

2.1 Permasalahan Lingkungan di Desa Bejiruyung
Desa Bejiruyung merupakan desa yang memiliki persawahan yang cukup luas sehingga sebagaian penduduk disini berprofesi sebagai petani. Hasil dari persawahan ini sudah sangat baik, artinya penduduk di desa Bejiruyung tidak ada yang mengalami kekurangan dalam hal pangan karena sumber penghasilan penduduk adalah persawahan itu sendiri. Yang menjadi permasalahannya yaitu petani kurang bisa memanfaatkan atau mengolah hasil limbah dari pengolahan sawah tersebut, yaitu limbah jerami yang hanya dikumpulkan dan pada akhirnya hanya dibakar. Mungkin ketika pembakaran tersebut hanya dilakukan oleh satu atau dua petak sawah saja tidak menyebabkan pencemaran udara, tetapi yang terjadi adalah banyak petani yang melakukannya sehingga sangat berpotensi menyebabkan pencemaran udara.

Para petani hanya membakar limbah jerami dari hasil panennya, sebenarnya karena mereka memikirkan cara yang cepat dan mudah dilakukan untuk segera membersihkan limbah tersebut, dan cara yang mereka lakukan yaitu dengan membakarnya. Para petani juga berpikir ketika limbah jerami telah dibakar maka akan dihasilkan abu yang nantinya juga bisa digunakan menjadi pupuk. Hal yang para petani lakukan tersebut sebenarnya tidak salah ketika acuannya dari cepat tidaknya membersihkan limbah, ditambah hal yang dilakukan itu juga didapatkan atau melihat dari orang tua mereka sebelumnya. Menurut penulis apa yang para petani lakukan tersebut adalah karena kurangnya pengetahuan tentang dampak atau akibat jika dilakukan pembakaran jerami, mungkin jika mereka tahu bahwa pembakaran limbah jerami dapat menyebabkan polusi udara, mengurangi kandungan unsur dalam tanah yang bermanfaat bagi kesuburuan tanah mereka akan berpikir ulang jika akan melakukannya. Ditambah lagi jika para petani mengetahui bahwa limbah jerami dapat dimanfaatkan dengan cara lain yang nantinya akan menguntungkan petani itu sendiri, seperti dibuat kompos untuk pakan ternak sehingga ternak mereka semakin sehat karena kandungan nutrisi dari limbah jerami yang telah dibuat kompos sangat tinggi, tentunya petani juga akan meninggalkan kebiasaan mereka yaitu membakar limbah jerami.

Polusi udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan mahkluk hidup, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti. Polusi udara adalah masuknya, atau tercampurnya unsur-unsur berbahaya ke dalam atmosfir yang dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan, gangguan pada kesehatan manusia secara umum serta menurunkan kualitas lingkungan. Polusi udara terbagi menjadi dua, yaitu polusi primer dan polusi sekunder. Polusi primer adalah polusi yang di timbulkan langsung dari sumber Polusi udara, sedangkan polusi sekunder adalah polusi yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer. (Haryanto 2010)

2.2  Penyebab permasalahan lingkungan di Desa Bejiruyung
Penyebab terjadinya polusi udara di desa Bejiruyung adalah pembakaran limbah jerami dalam lingkup yang cukup luas. Pembakaran jerami tersebut jika hanya dalam lingkup yang kecil mungkin tidak menyebabkan polusi udara, tetapi di desa bejiruyung sendiri areal persawahannya cukup luas, jadi apabila kebanyakan petani hanya membakar limbah jerami saja  dan tidak dimanfaatkan untuk yang lain kemungkinan besar akan menyebabkan terjadinya polusi udara. Ada kekurangan yang ditimbulkan dari pembakaran jerami. Kekurangan itu adalah:

1. Pembakaran jerami bisa merusak sifat fisik, kimia dan biologi tanah
Ketika jerami dibakar, maka tanah menjadi kering, padat dan sebagian unsur hara yang ada pada tanah juga ikut rusak. Selain itu, mikrobia yang berfungsi untuk merombak bahan organik dalam tanah juga ikut mati. Bukan hanya mikrobia diatas permukaan tanah, namun juga sampai beberapa meter dibawah permukaan tanah. Kerusakan pada sifat fisik tanah mengakibatkan mikrobia sulit tumbuh pada tanah tersebut sehingga perombakan bahan organik tanah berjalan lambat.

2. Tidak melulu memutus siklus hidup hama
Dalam beberapa kasus, sebut saja pada pertanian kedelai, pembakaran jerami sawah bisa memperbesar kemungkinan tanaman kedelai terserang lalat bibit. Hal tersebut karena biasanya lahan sawah tidak terus-menerus ditanami dengan tanaman padi. Nah, ini dia keuntungannya. Jika tanah sawah ditanami dengan padi berselang palawija, maka siklus hidup hama pada tanaman ini bisa diputus. Jadi, tidak harus membakar jerami. (Putri 2014)

Untuk jangka panjang pembakaran jerami tetap  akan sangat merugikan kita sendiri. Ada beberapa kerugian jika kita membakar jerami padi, yaitu

  1. Dengan membakar jerami padi kita berarti telah membakar unsur hara yang terkandung dalam jerami tersebut. Sayang sekali unsur hara yang seharusnya bisa menambahkan kesuburan tanah kita hanya kita buang sia-sia.
  2. Batang dan daun padi yang bisa menyuburkan tanah secara fisika (jika membusuk akan menjadi humus, bahan organik atau C-organik) hanya akan terbakar menjadi karbon atau arang.
  3. Jerami padi yang jika kita tanamkan ketanah akan menjadi makanan mikroorganisme tanah jika kita bakar justru akan membunuh mikroorganisme dipermukaan tanah.
  4. Secara perlahan namun pasti pembakaran jerami akan menurunkan produktifitas tanah kita sehingga panen kita semakin hari akan semakin menurun.
  5. Sebenarnya pembakaran jerami padi adalah pemborosan bagi kita kaum petani. Karena jika kita mau mengembalikan jerami padi kesawah tentunya pemupukan akan bisa kita kurangi, namun jika kita bakar kita akan memerlukan biaya pupuk lebih banyak.
  6. Asap yang dihasilkan dari pembakaran jerami akan mengakibatkan polusi/ pencemaran udara dan sekaligus juga akan merusak ozon pelindung bumi.
  7. Pengembalian jerami padi kesawah akan mengembalikan unsur hara Kalium ke tanah.  Unsur kalium ini berfungsi sebagai penguat dan pengeras bagian tanaman yang akan membantu ketahanan tanaman dari serangan hama dan penyakit. Jika kita bakar terus-menerus tanpa penambahan unsur hara K ketanah akan menyebabkan tanaman padi kita rentan terserang hama dan penyakit.(Maspary 2011)


2.2 Solusi Untuk Mengatasi Permasalahan di Desa Bejiruyung
Solusi yang pernah dilakukan agar tidak terjadi polusi udara adalah dengan memanfaatkan limbah jerami sebagai pakan ternak sehingga jerami tidak dibakar, yang bias menyebabkan polusi udara. Manfaat Jerami Padi sebagai pakan ternak selain dapat di gunakan sebagai pupuk, ternyata jerami padi dapat di gunakan sebagai pakan ternak sapi baik di sajikan secara langsung maupun di olah terlebih dahulu, jika ingin mempunyai manfaat yang lebih buat sapi tentunya harus di olah terlebih dahulu.Sebenar nya jika jerami padi di sajikan secara langsung itu memiliki beberapa kelemahan tersendiri seperti : kadar serat nya tinggi atau kasar, kadar protein dan mineral nya lemah atau kurang, silika dan lignin nya tinggi, dan kecernaannya tinggi, namun lain lagi jika jerami padi ini di olah terlebih dahulu tentu nya akan menjadikan jerami padi ini lebih berkualitas.

Solusi yang ditawarkan penulis adalah menjadikan jerami sebagai tempat budidaya jamur. Di desa bejiruyung sendiri kebanyakan pengolahan selain dibakar hanya digunakan sebagai pakan ternak dan belum ada yang menggunakannya sebagai budidaya jamur. Jika hal ini berhasil ada manfaat lain yang didapatkan yaitu bisa meningkatkan kesejahteraan penduduk desa bejiruyung sendiri.

Budidaya jamur merang butuh ketepatan dan kejelian saat mengolah bahan-bahan dasar media tumbuh jamur itu sendiri, pengolahan media tumbuh tidak semata-mata mencampurkan bahan-bahan yg sering di gunakan petani jamur merang, pencampuran bahan butuh waktu-waktu tertentu dan memakan proses yang lumayan  panjang tapi itu menentukan kualitas media tumbuh jamur yg akan kita budidayakan, semakin baik media tanam semakin bagus tingkat produksi jamur merang itu sendiri tapi kita juga harus benar-benar menjaga suhu yang ada di ruangan tersebut. (Haerudin 2013)

Pemanfaat limbah jerami padi untuk media tumbuh jamur tiram cukup mudah yaitu sebagi berikut :

Jerami terlebih dahulu di cacah 2-3 cm, kemudian di masukan dalam karung dan direndam dalam air. Selanjutnya karung di tiriskan dan dimasukan kedalam kantong plastic pp tahan panas berukuran 20-30 cm sampai cukup padat sehingga beratnya sekitar 1000 gr. Kantong plastic berisi substat tanaman di tegakan dengan bagian kantong palatis yang terbuka menghadap keatas. Kemudian media bibit semai di biarkan selama 24 jam dalam keadaan mulut media bibit semai terbuka. Setelah itu kantong plastic di pasangi cincin yang terbuat dari pipa paralon berdiameter 2,5 cm dan di tutup dengan potongan kapas, diikat dengan karet gelang sehingga menjadi media semai jamur tiram. Media semai jamur di steralisasi di dalam drum pengukus selama 8 jam, kemudian di dinginkan selama 24 jam. Media semai jamur tiram di inokulasi secara asaptis dengan memasukan jamur sebanyak tidak sendok, kemduan media jamur tiram di tutup dengan kapas dan plastic kecil yang sudah di beri ring. Media semai jamur tiram yang sudah di inokulasi kemudia di inkubasi selama 20-25 hari sengan suhu 22-28˚ C. Jika seluruh permukaan media semai jamur tiram sudah rata ditumbuhi dengan meselium maka di lakukan pemeliharaan di rumah jamur. Panen badan jamur di lakukan 3-4 hari setelah munculnya tunas. Hasil berat panen per media semai jamur tiram 80-90 gr. (Syambayu 2013)

BAB 3
PENUTUP
1.1  Simpulan
Dari pembahasan di atas maka dapat diambil beberapa simpulan yaitu:

  1. Permasalahan lingkungan yang terjadi di desa Bejiruyung adalah polusi udara.
  2. Penyebab terjadinya permasalahan lingkungan di desa Bejiruyung adalah limbah jerami yang diolah secara dibakar.
  3. Solusi yang pernah dilakukan adalah dengan memanfaatkan jerami sebagai pakan ternak dan tempat budidaya jamur
1.1  Saran
Sebaiknya limbah jerami dimanfaatkan secara maksimal karena memiliki potensi yang cukup besar, jangan hanya berpikir secara pendek agar limbah jerami cepat hilang sehingga dilakukan berbagai cara yang tidak diperkenakan seperti melakukan pembakaran terhadap limbah jerami yang akhirnya memberi dampak yang tidak baik kepada lingkungan. Polusi udara kemungkinan dapat dikurangi jika tidak dilakukan pembakaran limbah jerami tetapi dengan mengolah jerami tersebut sehingga dapat dimanfaatkan secara lebih maksimal.

DAFTAR PUSTAKA

Haerudin, Hamzah . 2013. budidaya jamur merang. http://kasmur.blogspot.com/2013/02/dasar-pengolahan-media-tanam-jamur.html (diakses tanggal 1 juni 2014)

Polusi / Pencemaran Udara, Dampak dan solusinya. (diakses tanggal 1 juni 2014)

Maspary. 2011. 7 KERUGIAN MEMBAKAR JERAMI PADI. http://www.gerbangpertanian.com/2011/03/7-kerugian-membakar-jerami-padi.html. (diakses tanggal 10 Juni 2014)

Putri, eka. 2014. Pembakaran jerami. http://eka-putri-a.blog.ugm.ac.id/index.php/tag/pembakaran-jerami/. (diakses tanggal 1 juni 2014)

Syambayu. 2013. Media Tumbuh Jamur Tiram Putih : Limbah Jerami Padi. http://syambayu8.blogspot.com/2013/10/permasalahyang-akan-terjadi-bila-media.html. (diakses tanggal 10 Juni 2014)











BIOETIKA


PERTEMUAN 10

            Pertemuan mata kuliah bioteknologi kali ini merupakan pertemuan terakhir sebelum ujian akhir semester. Pertemuan kali ini membahas tentang materi bioetika. Bu Fidia untuk kali ke dua mengajar dengan membawa anaknya. Bu Fidia untuk kali kedua juga terlambat masuk kelas dalam mata kuliah bioteknologi. Perkuliahan tidak seperti biasanya, karena materi ini tujuannya lebih menekankan pada sikap yang harus dimiliki oleh seorang peneliti ataupun pendidik terutama terkait dengan etika. Etika yang dibahas akan dihubungkan dengan makhluk hidup, sesuai dengan namanya yaitu bioetika.

            Perkuliahan diawali dengan sebuah gambar analogi, dimana terdapat beberapa mahasiswa yang sedang ujian dan ada yang mencontek hasil dari temannya karena tidak ada dosennya. Analogi yang sederhana tetapi penuh makna, karena menunjukkan etika yang dimiliki oleh mahasiswa yang mencontek sangatlah rendah. Etika dapat disimpulkan sebagai aturan, pedoman, atau norma yang disepakati dalam suatu masyarakat tertentu. Kita sebenarnya akan merasa menyesal atau bersalah ketika kita melanggar etika, karena hati nurani kita yang berbicara. Perasaan bersalah tersebut terkadang tertutupi oleh suatu kebutuhan atau keinginan dalam memenuhi sesuatu. Contohnya adalah ketika suatu peneliti mendapatkan data yang kurang baik, maka dengan tanpa etika dia mengganti atau memanipulasi datanya sehingga didapatkan data yang baik.

            Salah satu tindakan yang melanggar etika dalam peneletian atau dalam sebuah karya adalah plagiarisme. Plagiarisme dapat dikatakan mengakui hasil karya orang lain menjadi milik kita tanpa menuliskan asal atau sumbernya. Hal yang cukup sering dilakukan oleh kalangan akdemisi yaitu mengutip suatu bacaan tanpa menyertakan daftar pustakanya. Itu juga merupakan plagiarisme. Plagiarisme semakin nyata ketika dalam perkuliahan ini diberikan beberapa kasus. Kasus tersebut cukup menarik, karena tokoh utama dalam kasus tersebut adalah orang yang sudah terkenal, baik itu doktor, ilmuan, bahkan rektor pun juga ada. Akibat yang ditimbulkan juga tidak main-main, selain sanksi akademis tetapi juga sanksi sosial.

            Etika jika dikaitkan biologi sangatlah menarik. Bioetika sebenarnya bukan sebuah cabang dari ilmu, tetapi merupakan sesuatu yang harusnya ada dalam setiap cabang ilmu dalam biologi karena bersifat sebagai pedoman. Pedoman tersebut sangatlah penting. Bioteknologi yang tujuannya adalah membantu kehidupan manusi atau menyejahterkan manusia memiliki efek yang positif dan negatif. Etika disini berperan dalam mengantisipasi efek negatif yang ditimbulkan. Ada beberapa tantangan yang ada dalam bioteknologi, antara lain:
  • Kemajuan teknologi: transgenik, kloning, stem cell yang menyentuh harkat hidup suatu organisme
  • Kebijakan etika ilmu pengetahuan dan etika penelitian
  • Hubungan manusia terhadap lingkungan, sesama, flora, fauna, mikroorganisme

Etika berperan dalam tantangan tersebut karena fungsi dari bioetika sendiri adalah memandu, mengawal, memantau, mengawasi Para pengelola ilmu pengetahuan, ilmuwan dan ahli teknologi dan bioteknologi. Bioetika juga berperan dalam penelitian baik dalam subjek tumbuhan, hewan, manusia maupun mikroorganisme. Setiap subjek memiliki aturan atau etika tersendiri yang harus dipenuhi.


Etika sebeneranya tidak hanya berlaku pada penelitian yang sifatnya murini tetapi juga dalam bidang kependidikan. Apakah ketika seseorang meneliti bebas melakukan apapun terhadap objeknya (siswa)? Jawabannya adalah ada batasan yang seharusnya dipenuhi. Batasan tersebut merupakan etika ataupun norma yang berlaku. Saya belum menemukan batasan-batasan atau etika yang harus dipenuhi secara jelas dalam dunia pendidikan. Ada beberapa sumber referensi yang membahas terkait etika tersebut, tetapi menurut saya belum diaplikasikan secara nyata dalam kehidupan. Hasil dari beberapa referensi terkait etika dalam pendidikan adalah :
  1. Prosedur yang dilakukan harus hati-hati
  2. Privasi setiap siswa atau objek penelitian benar-benar dilindungi
  3. Menjunjung tinggi keberagaman, tidak membeda-bedakan suku, ras, agama dll
  4. Penelitian bersifat terbuka, sehingga prosedu, proses, dan hasil dapat diketahui oleh umum.
  5. Menggunakan prinsip keramahtamahan
  6. Penelitian memperhatikan kepentingan berbagai pihak
  7. Menggunakan prinsip keterbukaan, khususnya hubungan antara guru dan siswa didalam kelas.
  8. Menghargai otonomi

Secara keseluruhan materi pada pertemuan kali ini dapat saya pahami. Ada beberapa yang belum saya pahami terkait aturan atau etika yang spesifik ketika melakukan penelitian terhadap mikroorganisme. Saya mencoba membaca-baca lagi beberapa referensi yang terkait kekurangpahaman saya dengan materi tersebut.



BIOREMEDIASI


PERTEMUAN 9


            Pertemuan mata kuliah bioteknologi membahas tentang bioremediasi. Perkuliahan dilakukan dengan metode presentasi. Dari satu rombel yang berjumlah 20 mahasiswa, dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok yang maju pada pertemuan kali ini membahas tentang bioteknologi lngkungan atau lebih spesifiknya bioremediasi. Sedangkan kelompok sisanya maju mempresentasikan materi bioteknologi kedokteran pada pertemuan yang selanjutnya.

            Sebelum pertemuan kali ini, Ibu Andin meminta untuk mencari jurnal tentang bioremediasi. Jurnal tersebut kemudian dianalisis dan disampaikan dalam bentuk power point. Kelompok yang maju pertama adalah kelompok dengan anggota Bella, Inggrid, Vivi, dan Septi. Judul kelompok mereka adalah “Peranan Isolat Bakteri Indigenous Sebagai Agen Bioremediasi Perairan Yang Terkontaminasi Uranium”.  Setelah presentasi dipaparkan saya masih agak bingung terkait dengan prinsip dasar dari bioremediasi khususnya pada materi yang mereka sampaikan, sehingga saya bertanya pada sesi tanya jawab.  

            Alhamdulilah, setelah mendengar jawaban dari kelompok mereka, saya menjadi agak terbuka pikirannya terkait konsep bioremediasi. Bioremediasi sendiri merupakan suatu proses pembersihan lingkungan dari pencemaran menggunakan agen biologi. Agen biologi tersebut bisa berupa bakteri, jamur, dan mikroorganisme lainnya. Contoh agen biologi pada materi yang disampaikan adalah bakteri Pseudomonas sp dan Bacillus sp. Kedua bakteri tersebut mendegradasi pencemar, yang dalam kasus ini adalah uranium. Bakteri mengikat uranium melalui dinding selnya karena adanya perbedaan jenis muatan diantara keduanya. Uranium akan masuk ke dalam tubuh sel, kemudian sel akan mengeluarkan enzim yang akan mendegradasi struktur dari uranium tersebut. Hasil akhirnya adalah suatu senyawa yang tidak lagi berbahaya bagi lingkungan. Proses itulah yang menyebabkan banyak enis bakteri digunakan sebagai agen remediasi.

            Kelompok selanjutnya yang maju adalah kelompok dengan anggota Ulfi, Alfi, Mia, dan Puji. Judul jurnal yang mereka presentasikan adalah “Identifikasi Dan Uji Potensi Bakteri Lipolitik Dari Limbah Sbe (Spent Bleaching Earth) Sebagai Agen Bioremediasi”. Inti dari materi yang disampaikan tidak jauh berbeda dengan materi sebelumnya. Pembedanya adalah jenis bakteri yang digunakan, yaitu bakteri lipolitik. Bakteri ini dapat menguraiakan lemak. Jadi intinya, pencemaran yang disebabkan oleh adanya kadar lemak berlebih dapat dilakukan bioremediasi dengan bakteri lipolitik.

            Setelah penjelasan dari dua kelompok, Bu Andin lebih menegaskan lagi konsep atau materi terait bioremediasi. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk membersihkan lingkungan dari pencemar, yaitu biostimulasi, biosorbsi, bioaugmentasi, bioremoval, biodegradasi, biotransformasi, dan fitoremediasi. Masing-masing memiliki pengertian yang hampir sama. Se secara keseluruhan, materi yang dijelaskan pada pertemuan kali ini dapat saya pahami. Saya masih sedikit bingung membedakan istilah-istilah yang hampir sama dengan konsep bioremediasi, sehingga saya mencari sumber referensi lain untuk belajar.
           

      Jelaskan 7 bakteri yang digunakan dalam proses bioremediasi!

Dehalococcoides ethanogenesis
Rhodopseudomonas palustris
Pseudomonas putida
Dechloromonas aromatika
Desulfitobacterium hafniense
Desulfovibrio vulgaris
Shewanella oinedensis

Jelaskan mekanisme bakteri dalam mendegradasi loam berat?
Proses bioremediasi logam berat umumnya terdiri dari dua mekanisme yang melibatkan proses pengambilan aktif (active uptake) dan penyerapan pasif (passive uptake). Pada saat ion logam berat tersebar pada permukaan sel, ion akan mengikat pada permukaan sel berdasarkan kemampuan daya afinitas kimia yang dimilikinya.

Jelaskan penghilangan logam Cd dalam lingkungan oleh enceng gondok!
Walaupun eceng gondok dianggap sebagai gulma di perairan, tetapi sebenarnya ia berperan dalam menangkap polutan logam berat. Rangkaian penelitian seputar kemampuan eceng gondok oleh peneliti Indonesia antara lain oleh Widyanto dan Susilo (1977) yang melaporkan dalam waktu 24 jam eceng gondok mampu menyerap logam kadmium (Cd), merkuri (Hg), dan nikel (Ni), masing- masing sebesar 1,35 mg/g, 1,77 mg/g, dan 1,16 mg/g bila logam itu tak bercampur. Eceng gondok juga menyerap Cd 1,23 mg/g, Hg 1,88 mg/g dan Ni 0,35 mg/g berat kering apabila logam-logam itu berada dalam keadaan tercampur dengan logam lain. Lubis dan Sofyan (1986) menyimpulkan logam chrom (Cr) dapat diserap oleh eceng gondok secara maksimal pada pH 7.


Apa yang dimaksud fitoremediasi? Dan bagaimana proses dan tahapannya? Jelaskan
Fitoremediasi adalah proses bioremediasi yang menggunakan berbagai tanaman untuk menghilangkan, memindahkan, dan atau menghancurkan kontaminandalam tanah dan air bawah tanah. Konsep penggunaan tanaman untuk penanganan limbah dan sebagai indikator pencemaran udara dan air sudah lama ada, yaitu fitoremediasi dengan sistem lahan basah, lahan alang-alang dan tanaman apung. Selanjutnya konsep fitoremediasi berkembang untuk penanganan masalah pencemaran tanah.
Phytoacumulation (phytoextraction)
Proses tumbuhan menarik zat kontaminan dari media sehingga berakumulasi disekitar akar tumbuhan. Proses ini disebut juga Hyperacumulation. Akar tanaman menyerap limbah logam dari tanah dan mentranslokasinya ke bagian tanaman yang berada di atas tanah
Rhizofiltration (rhizo= akar) 
Merupakan proses adsorpsi atau pengedapan zat kontaminan  oleh akar untuk menempel pada akar. Rhizofiltration mirip dengan Phytoextraction tapi digunakan untuk membersihkan air tanah terkontaminasi daripada tanah tercemar. Kontaminan yang baik teradsorbsi ke permukaan akar atau diserap oleh akar tanaman.
Phytostabilization
Merupakan penempelan zat-zat contaminan tertentu pada akar yang tidak mungkin terserap kedalam batang tumbuhan. Zat-zat tersebut menempel erat (stabil ) pada akar sehingga tidak akan terbawa oleh aliran air dalam media.
Rhyzodegradetion disebut juga enhenced rhezosphere biodegradation, or plented-assisted bioremidiation degradation, yaitu penguraian zat-zat kontaminan oleh aktivitas microba yang berada disekitar akar tumbuhan. Misalnya ragi, fungi dan bacteri.
Phytodegradation (phyto transformation) yaitu proses yang dilakukan tumbuhan untuk menguraikan zat kontaminan yang mempunyai rantai molekul yang kompleks menjadi bahan yang tidak berbahaya dengan dengan susunan molekul yang lebih sederhan yang dapat berguna bagi pertumbuhan tumbuhan itu sendiri.
Phytovolatization yaitu proses menarik dan transpirasi zat contaminan oleh tumbuhan dalam bentuk yang telah larutan terurai sebagai bahan yang tidak berbahaya lagi untuk selanjutnya di uapkan ke admosfir. Beberapa tumbuhan dapat menguapkan air 200 sampai dengan 1000 liter perhari untuk setiap batang.

Deskripsikan dan bandingkan mekanisme proses-proses dari: biodegradasi, bioremoval, bioremediasi, biosorbsi, biotransformasi, bioaugmentasi, biostimulasi, dan fitoremediasi.
Biodegradasi adalah proses dimana bahan organik yang dirobohkan oleh enzim dihasilkan oleh organisme hidup. Istilah yang sering digunakan dalam kaitannya dengan ekologi, pengelolaan sampah dan lingkungan proses pengobatan 
bioremoval adalah suatu proses pengolahan limbah yang melibatkan mikroorganisme dalam mengatasi permasalahan ion logam berat. Bioremoval didefinisikan sebagai terakumulasinya dan terkonsentrasinya polutan dari suatu cairan oleh material biologi. Selanjutnya, material ini dapat dibuang dan ramah terhadap lingkungan. Berikut ini mikroorganisme yang berperan dalam bioremoval dan logam yang diolahnya.
Bioremediasi adalah pemanfaatan mikroorganisme (jamur, bakteri) untuk membersihkan senyawa pencemar (polutan) dari lingkungan. Bioremediasi juga dapat dikatakan sebagai proses penguraian limbah organik/anorganik polutan secara biologi dalam kondisi terkendali
Biosorpsi adalah suatu proses yang menggunakan padatan berasal dari bahan alam untuk mengikat logam berat yang terdapat dalam larutan. Metode ini sangat menjanjikan untuk mengolah limbah industri yang mengandung logam berat berbahaya karena biaya materialnya yang murah serta memiliki kapasitas penyerapan yang tinggi.
Biotransformasi adalah perubahan atau modifikasi senyawa kimia oleh enzim atau sel mikrob. Proses yang diinginkan dari biotransformasi adalah pembuatan (sintesis) suatu senyawa maupun menghilangkan senyawa tersebut.
Bioaugmentasi adalah proses penambahan produk bakteri komersial ka dalam limbah cair untuk meningkatkan efisiensi dalam pengolahan limbah secara biologi.
Biostimulasi adalah memperbanyak dan mempercepat pertumbuhan mikroba yang sudah ada di daerah tercemar dengan cara memberikan lingkungan pertumbuhan yang diperlukan, yaitu penambahan nutrien dan oksigen. Jika jumlah mikroba yang ada dalam jumlah sedikit, maka harus ditambahkan mikroba dalam konsentrasi yang tinggi sehingga bioproses dapat terjadi.
Fitoremediasi adalah teknologi remediasi dengan menggunakan pendekatan tumbuhan untuk membersihkan lingkungan dari kontaminan.   



Thursday, June 28, 2018

KLONING


PERTEMUAN 5

            Pertemuan kelima ini membahas materi kloning. Kloning dapat diartikan sebagai cara perkembangbiakan makhluk hidup untuk mendapatkan individu atau anakan yang persis sama dengan induknya tanpa melalui suatu proses pembuahan. Dalam bioteknologi modern kloning dapat diartikan penggandaan fragmen DNA, sel jasad renik, atau penggandaan sel/jaringan. Dalam pertemuan ini materi kloning dibagi menjadi tiga bagian, yaitu kloning DNA, kloning reproduksi, dan kloning terapi.

            Kloning DNA pada prinsipnya adalah proses penggandaan jumlah DNA rekombinan (terdiri dari DNA target dan vektor) melalui proses perkembangbiakan sel bakteri. Proses penggandaan jumlah DNA dapat dilakukan dengan berbagai teknik, salah satunya adalah PCR (polymerase chain reaction). Teknik ini dilakukan secara in vitro. Dimulai dari memasukan hasil DNA rekombinan ke dalam suatu tabung kecil kemudian ditambahkan DNA primer, DNA polimerase, dan dNTPs, lalu dimasukan ke mesin PCR. Setelah itu ditambahkan enzim restriksi dan ligase, sehingga didapatkan plamid yang diinginkan. Plasmid-plasmid tersebut yang telah dikembangkan merupakan pustaka genom. Selanjutnya, plasmid tersebut dimasukkan ke dalam medium cair dan disentrifugasi. Mediumnya dibuang dan hasilnya ditambah cryo protectant (suatu zat anti dingin) seperti glisorol. Kemudian hasilnya disimpan dalam suhu minus 20-80 derajat celcius dan dapat bertahan sekitar sepuluh tahun.

            Jenis kloning berikutnya adalah kloning reproduksi. Salah satu contoh kloning reproduksi adalah kloning hewan yang sempat membuat dunia terpana yaitu ketika dilahirkan domba dolly hasil kloning. Tahapan rekayasa genetika domba dolly dimulai dari pengambilan kelenjar mamae dari domba finn dorest dan ditempatkan pada media kultur. Kelenjar mamae dipilih karena mudah diambil, tidak merusak struktur hewan sendiri ( jumlahnya banyak) dan lebih mudah ditumbuhkan. Setelah itu, mengambil sel telur dari domba blackface dan mengeluarkan intinya. Langkah selanjutnya adalah memfusikan sel mamae ke dalam sel telur tsb dengan bantuan kejut arus listrik. Jika berhasil maka akan terjadi pembelahan sel dan menjadi embrio. Setelah sampai fase blastosis embrio dipindahkan ke uterus domba black face yang lain dan akhirnya lahir domba dolly. Domba black face yang rahimnya digunakan adalah disebut domba pengganti. Setelah domba dolly, semakin banyak hewan lain yang dapat dikloning seperti domba polly, kucing, kera, banteng dan babi.

            Jenis kloning yang terakhir adalah kloning terapi. Kloning ini bermanfaat terutama dalam bidang kesehatan, karena dengan adanya kloning terapi, seseorang yang memeliki penyakit degeneratif mempunyai kemungkinan untuk sembuh. Tujuan dari kloning terapi adalah menyediakan sumber stem sel emrio yang sesuai secara genetik bagi seseorang dengan gangguan berat. Stem sel sendiri merupakan sel yang dapat berkembang menjadi berbagai jenis, sering disbut juga sel punca dan sel tunas. Kemampuannya membelah dalam waktu yang tak terbatas menyebabkan sel ini yang digunakan dalam kloning terapi. Sel tunas dapat didapatkan dari sum-sum tulang belakang, kemudian dikultur dalam suatu medium sehingga akan tumbuh menjadi suatu jenis sel yang diinginkan, bisa menjadi jantung, hati dll. Setiap sel memiliki nutrisi yang spesifik agar menjadi suatu sel atau jaringan tertentu, sehingga pertumbuhan sel tunas dapat direkayasa. Manfaat yang besar dari kloning terapi ini salah satunya adalah dapat mengetahui perkembangan dari sel kanker sehingga sehingga dapat menggantikan sel yang rusak serta dapat menemukan obat yang sesuai.

            Secara keseluruhan materi ini dapat saya pahami. Bagian yang masih agak kurang paham adalah bagian contoh aplikasi dari masing-masing jenis sel, bagaimana cara dan juga manfaat yang didapatkan. Saya mencari tambahan referensi agar semakin memahamkan saya akan materi kloning ini.


Wednesday, June 27, 2018

PUISIKU 12


RUANG PUTIH

18 Juni 2018

Achmad Fajri Nur Khakim


Datang lagi
Suasana dulu yang tersimpan di hati
Bau harapan banyak orang
Suara yang sejatinya tidak diinginkan

Kepedulian mereka yang setia
Penenang kami yang punya asa
Kesiapan mereka yang siaga
Pengobat kegundahan di dada

Tangisan yang tak tertahankan
Kondisi yang mengikis kesabaran
Bukan tidak ada pegangan
Tapi perubahan yang diutamakan

Yang jadi kewajiban menjadi tidak berarti
Yang jadi kebanggaan tak lagi dinanti
Yang jadi kesiapan seketika jadi basa basi
Saat ini, tidak ada yang lain, hanya senyum kebugaranmu yang kurindui


PUISIKU 11


      Untukmu

19 april 2017

      Achmad Fajri Nur Khakim

Kata-katamu menentramkan hatiku
Harapanmu menjadi penyemangatku
Kesedihanmu menjadi deritaku
Pengorbananmu sepanjang usiamu

       Heningnya malam menambah kerinduanku
       Hembusan angin mewakili gelisahku
       Teringat doa disetiap malammu
       Terbayang senyuman disetiap waktuku

Aku malu, Aku malu, Aku malu
Hidupku seolah tiada arti
Padahal harapanmu tiada henti
Aku akan mengubah semua ini


PUISIKU 10


UNTUK APAKAH HIDUP INI

31 Juli 2013

Achmad Fajri Nur Khakim


Apa sebenrnya arti hidup ini
Hari-hari berlalu tanpa arti
Berlalu tanpa sesuatu hal yang kudapati
Berlalu begitu cepat tanpa bekas di hati

Apakah hidup ini begitu sederhana
Sehingga tidak banyak orang yang memikirkannya
Atau bahkan hidup ini terlalu sulit
Hingga kebanyakan orang enggan untuk membahasnya

Bangun, makan, minum, tidur
Apakah hanya sesederhana itu hidup ini
Entahlah, yang jelas hanya itu yang kuketahui
Aku harapa aku bisa belajar, belajar, dan belajar
Untuk lebih bisa memaknai hidup ini
Untuk menjadikan hidup ini berarti
Sesuai yang diharapkan ilahi




KUMPULAN PPT LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR



Selamat datang sobat sekalian



Berikut adalah kumpulan ppt laporan praktikum kimia dasar. File-file ini adalah hasil dari tugas mata kuliah praktikum kimia dasar dan merupakan hasil dari rombelku semasa kuliah. Walaupun gak lengkap semua ppt laporan praktikum (hanya yang ada di laptopku, hehe) tapi total ada 9 file ppt dengan judul seperti di bawah ini. Yang mau filenya silakan download dengan cara klik pada judul yang diinginkankan tapi jangan lupa sertakan sumber dan pembuatnya ya.. semoga bermanfaat….