PERTEMUAN 9
Pertemuan mata kuliah bioteknologi
membahas tentang bioremediasi. Perkuliahan dilakukan dengan metode presentasi.
Dari satu rombel yang berjumlah 20 mahasiswa, dibagi menjadi 5 kelompok.
Kelompok yang maju pada pertemuan kali ini membahas tentang bioteknologi
lngkungan atau lebih spesifiknya bioremediasi. Sedangkan kelompok sisanya maju
mempresentasikan materi bioteknologi kedokteran pada pertemuan yang
selanjutnya.
Sebelum pertemuan kali ini, Ibu
Andin meminta untuk mencari jurnal tentang bioremediasi. Jurnal tersebut
kemudian dianalisis dan disampaikan dalam bentuk power point. Kelompok yang
maju pertama adalah kelompok dengan anggota Bella, Inggrid, Vivi, dan Septi.
Judul kelompok mereka adalah “Peranan
Isolat Bakteri Indigenous Sebagai Agen Bioremediasi Perairan Yang
Terkontaminasi Uranium”. Setelah
presentasi dipaparkan saya masih agak bingung terkait dengan prinsip dasar dari
bioremediasi khususnya pada materi yang mereka sampaikan, sehingga saya
bertanya pada sesi tanya jawab.
Alhamdulilah,
setelah mendengar jawaban dari kelompok mereka, saya menjadi agak terbuka
pikirannya terkait konsep bioremediasi. Bioremediasi sendiri merupakan suatu
proses pembersihan lingkungan dari pencemaran menggunakan agen biologi. Agen
biologi tersebut bisa berupa bakteri, jamur, dan mikroorganisme lainnya. Contoh
agen biologi pada materi yang disampaikan adalah bakteri Pseudomonas sp dan Bacillus
sp. Kedua bakteri tersebut mendegradasi pencemar, yang dalam kasus ini
adalah uranium. Bakteri mengikat uranium melalui dinding selnya karena adanya
perbedaan jenis muatan diantara keduanya. Uranium akan masuk ke dalam tubuh
sel, kemudian sel akan mengeluarkan enzim yang akan mendegradasi struktur dari
uranium tersebut. Hasil akhirnya adalah suatu senyawa yang tidak lagi berbahaya
bagi lingkungan. Proses itulah yang menyebabkan banyak enis bakteri digunakan
sebagai agen remediasi.
Kelompok
selanjutnya yang maju adalah kelompok dengan anggota Ulfi, Alfi, Mia, dan Puji.
Judul jurnal yang mereka presentasikan adalah “Identifikasi Dan Uji Potensi
Bakteri Lipolitik Dari Limbah Sbe (Spent Bleaching Earth) Sebagai Agen
Bioremediasi”. Inti dari materi yang disampaikan tidak jauh berbeda dengan
materi sebelumnya. Pembedanya adalah jenis bakteri yang digunakan, yaitu bakteri
lipolitik. Bakteri ini dapat menguraiakan lemak. Jadi intinya, pencemaran yang
disebabkan oleh adanya kadar lemak berlebih dapat dilakukan bioremediasi dengan
bakteri lipolitik.
Setelah
penjelasan dari dua kelompok, Bu Andin lebih menegaskan lagi konsep atau materi
terait bioremediasi. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk membersihkan
lingkungan dari pencemar, yaitu biostimulasi, biosorbsi, bioaugmentasi,
bioremoval, biodegradasi, biotransformasi, dan fitoremediasi. Masing-masing
memiliki pengertian yang hampir sama. Se secara keseluruhan, materi yang
dijelaskan pada pertemuan kali ini dapat saya pahami. Saya masih sedikit
bingung membedakan istilah-istilah yang hampir sama dengan konsep bioremediasi,
sehingga saya mencari sumber referensi lain untuk belajar.
Dehalococcoides ethanogenesis
Rhodopseudomonas palustris
Pseudomonas putida
Dechloromonas aromatika
Desulfitobacterium hafniense
Desulfovibrio vulgaris
Shewanella oinedensis
Jelaskan mekanisme bakteri dalam mendegradasi
loam berat?
Proses bioremediasi logam berat umumnya terdiri
dari dua mekanisme yang melibatkan proses pengambilan aktif (active uptake) dan
penyerapan pasif (passive uptake). Pada saat ion logam berat tersebar pada
permukaan sel, ion akan mengikat pada permukaan sel berdasarkan kemampuan daya
afinitas kimia yang dimilikinya.
Jelaskan penghilangan logam Cd dalam lingkungan
oleh enceng gondok!
Walaupun
eceng gondok dianggap sebagai gulma di perairan, tetapi sebenarnya ia berperan
dalam menangkap polutan logam berat. Rangkaian penelitian seputar kemampuan
eceng gondok oleh peneliti Indonesia antara lain oleh Widyanto dan Susilo
(1977) yang melaporkan dalam waktu 24 jam eceng gondok mampu menyerap logam
kadmium (Cd), merkuri (Hg), dan nikel (Ni), masing- masing sebesar 1,35 mg/g,
1,77 mg/g, dan 1,16 mg/g bila logam itu tak bercampur. Eceng gondok juga
menyerap Cd 1,23 mg/g, Hg 1,88 mg/g dan Ni 0,35 mg/g berat kering apabila
logam-logam itu berada dalam keadaan tercampur dengan logam lain. Lubis dan
Sofyan (1986) menyimpulkan logam chrom (Cr) dapat diserap oleh eceng gondok
secara maksimal pada pH 7.
Apa yang dimaksud fitoremediasi? Dan bagaimana
proses dan tahapannya? Jelaskan
Fitoremediasi adalah proses bioremediasi yang menggunakan
berbagai tanaman untuk menghilangkan, memindahkan, dan atau menghancurkan
kontaminandalam tanah dan air bawah tanah. Konsep penggunaan tanaman untuk
penanganan limbah dan sebagai indikator pencemaran udara dan air sudah lama
ada, yaitu fitoremediasi dengan sistem lahan basah, lahan alang-alang dan
tanaman apung. Selanjutnya konsep fitoremediasi berkembang untuk penanganan
masalah pencemaran tanah.
Phytoacumulation
(phytoextraction)
Proses
tumbuhan menarik zat kontaminan dari media sehingga berakumulasi disekitar akar
tumbuhan. Proses ini disebut juga Hyperacumulation. Akar tanaman menyerap
limbah logam dari tanah dan mentranslokasinya ke bagian tanaman yang berada di
atas tanah
Rhizofiltration (rhizo=
akar)
Merupakan
proses adsorpsi atau pengedapan zat kontaminan oleh akar untuk menempel
pada akar. Rhizofiltration mirip dengan Phytoextraction tapi digunakan
untuk membersihkan air tanah terkontaminasi daripada tanah tercemar. Kontaminan
yang baik teradsorbsi ke permukaan akar atau diserap oleh akar tanaman.
Phytostabilization
Merupakan
penempelan zat-zat contaminan tertentu pada akar yang tidak mungkin terserap
kedalam batang tumbuhan. Zat-zat tersebut menempel erat (stabil ) pada akar
sehingga tidak akan terbawa oleh aliran air dalam media.
Rhyzodegradetion disebut juga enhenced rhezosphere
biodegradation, or plented-assisted bioremidiation degradation, yaitu
penguraian zat-zat kontaminan oleh aktivitas microba yang berada disekitar akar
tumbuhan. Misalnya ragi, fungi dan bacteri.
Phytodegradation (phyto transformation) yaitu
proses yang dilakukan tumbuhan untuk menguraikan zat kontaminan yang mempunyai
rantai molekul yang kompleks menjadi bahan yang tidak berbahaya dengan dengan
susunan molekul yang lebih sederhan yang dapat berguna bagi pertumbuhan
tumbuhan itu sendiri.
Phytovolatization yaitu proses
menarik dan transpirasi zat contaminan oleh tumbuhan dalam bentuk yang telah
larutan terurai sebagai bahan yang tidak berbahaya lagi untuk selanjutnya di
uapkan ke admosfir. Beberapa tumbuhan dapat menguapkan air 200 sampai dengan
1000 liter perhari untuk setiap batang.
Deskripsikan dan bandingkan mekanisme
proses-proses dari: biodegradasi, bioremoval, bioremediasi, biosorbsi, biotransformasi,
bioaugmentasi, biostimulasi, dan fitoremediasi.
Biodegradasi adalah proses dimana bahan organik yang dirobohkan oleh enzim
dihasilkan oleh organisme hidup. Istilah yang sering digunakan dalam kaitannya
dengan ekologi, pengelolaan sampah dan lingkungan proses pengobatan
bioremoval adalah suatu proses pengolahan limbah yang
melibatkan mikroorganisme dalam mengatasi permasalahan ion logam berat.
Bioremoval didefinisikan sebagai terakumulasinya dan terkonsentrasinya polutan
dari suatu cairan oleh material biologi. Selanjutnya, material ini dapat
dibuang dan ramah terhadap lingkungan. Berikut ini mikroorganisme yang berperan
dalam bioremoval dan logam yang diolahnya.
Bioremediasi adalah pemanfaatan mikroorganisme (jamur, bakteri) untuk membersihkan
senyawa pencemar (polutan) dari lingkungan. Bioremediasi juga dapat dikatakan sebagai proses
penguraian limbah organik/anorganik polutan secara biologi dalam kondisi
terkendali
Biosorpsi adalah suatu proses yang menggunakan padatan berasal dari
bahan alam untuk mengikat logam berat yang terdapat dalam larutan. Metode ini
sangat menjanjikan untuk mengolah limbah industri yang mengandung logam berat
berbahaya karena biaya materialnya yang murah serta memiliki kapasitas
penyerapan yang tinggi.
Biotransformasi adalah perubahan atau modifikasi senyawa kimia oleh enzim
atau sel mikrob. Proses yang diinginkan dari biotransformasi adalah pembuatan (sintesis) suatu
senyawa maupun menghilangkan senyawa tersebut.
Bioaugmentasi adalah proses penambahan produk bakteri
komersial ka dalam limbah cair untuk meningkatkan efisiensi dalam pengolahan
limbah secara biologi.
Biostimulasi adalah memperbanyak dan mempercepat pertumbuhan
mikroba yang sudah ada di daerah tercemar dengan cara memberikan lingkungan
pertumbuhan yang diperlukan, yaitu penambahan nutrien dan oksigen. Jika jumlah
mikroba yang ada dalam jumlah sedikit, maka harus ditambahkan mikroba dalam
konsentrasi yang tinggi sehingga bioproses dapat terjadi.
Fitoremediasi adalah teknologi remediasi dengan menggunakan pendekatan
tumbuhan untuk membersihkan lingkungan dari kontaminan.
No comments:
Post a Comment