PERTEMUAN 10
Pertemuan mata kuliah bioteknologi
kali ini merupakan pertemuan terakhir sebelum ujian akhir semester. Pertemuan
kali ini membahas tentang materi bioetika. Bu Fidia untuk kali ke dua mengajar
dengan membawa anaknya. Bu Fidia untuk kali kedua juga terlambat masuk kelas
dalam mata kuliah bioteknologi. Perkuliahan tidak seperti biasanya, karena materi
ini tujuannya lebih menekankan pada sikap yang harus dimiliki oleh seorang
peneliti ataupun pendidik terutama terkait dengan etika. Etika yang dibahas
akan dihubungkan dengan makhluk hidup, sesuai dengan namanya yaitu bioetika.
Perkuliahan diawali dengan sebuah
gambar analogi, dimana terdapat beberapa mahasiswa yang sedang ujian dan ada
yang mencontek hasil dari temannya karena tidak ada dosennya. Analogi yang
sederhana tetapi penuh makna, karena menunjukkan etika yang dimiliki oleh
mahasiswa yang mencontek sangatlah rendah. Etika dapat disimpulkan sebagai
aturan, pedoman, atau norma yang disepakati dalam suatu masyarakat tertentu.
Kita sebenarnya akan merasa menyesal atau bersalah ketika kita melanggar etika,
karena hati nurani kita yang berbicara. Perasaan bersalah tersebut terkadang
tertutupi oleh suatu kebutuhan atau keinginan dalam memenuhi sesuatu. Contohnya
adalah ketika suatu peneliti mendapatkan data yang kurang baik, maka dengan
tanpa etika dia mengganti atau memanipulasi datanya sehingga didapatkan data
yang baik.
Salah satu tindakan yang melanggar
etika dalam peneletian atau dalam sebuah karya adalah plagiarisme. Plagiarisme
dapat dikatakan mengakui hasil karya orang lain menjadi milik kita tanpa
menuliskan asal atau sumbernya. Hal yang cukup sering dilakukan oleh kalangan
akdemisi yaitu mengutip suatu bacaan tanpa menyertakan daftar pustakanya. Itu
juga merupakan plagiarisme. Plagiarisme semakin nyata ketika dalam perkuliahan
ini diberikan beberapa kasus. Kasus tersebut cukup menarik, karena tokoh utama
dalam kasus tersebut adalah orang yang sudah terkenal, baik itu doktor, ilmuan,
bahkan rektor pun juga ada. Akibat yang ditimbulkan juga tidak main-main,
selain sanksi akademis tetapi juga sanksi sosial.
Etika jika dikaitkan biologi
sangatlah menarik. Bioetika sebenarnya bukan sebuah cabang dari ilmu, tetapi
merupakan sesuatu yang harusnya ada dalam setiap cabang ilmu dalam biologi
karena bersifat sebagai pedoman. Pedoman tersebut sangatlah penting.
Bioteknologi yang tujuannya adalah membantu kehidupan manusi atau
menyejahterkan manusia memiliki efek yang positif dan negatif. Etika disini
berperan dalam mengantisipasi efek negatif yang ditimbulkan. Ada beberapa
tantangan yang ada dalam bioteknologi, antara lain:
- Kemajuan teknologi: transgenik, kloning, stem cell yang menyentuh harkat hidup suatu organisme
- Kebijakan etika ilmu pengetahuan dan etika penelitian
- Hubungan manusia terhadap lingkungan, sesama, flora, fauna, mikroorganisme
Etika
berperan dalam tantangan tersebut karena fungsi dari bioetika sendiri adalah memandu, mengawal, memantau, mengawasi Para pengelola ilmu pengetahuan, ilmuwan dan ahli
teknologi dan bioteknologi. Bioetika juga
berperan dalam penelitian baik dalam subjek tumbuhan, hewan, manusia maupun
mikroorganisme. Setiap subjek memiliki aturan atau etika tersendiri yang harus
dipenuhi.
Etika
sebeneranya tidak hanya berlaku pada penelitian yang sifatnya murini tetapi
juga dalam bidang kependidikan. Apakah ketika seseorang meneliti bebas
melakukan apapun terhadap objeknya (siswa)? Jawabannya adalah ada batasan yang
seharusnya dipenuhi. Batasan tersebut merupakan etika ataupun norma yang
berlaku. Saya belum menemukan batasan-batasan atau etika yang harus dipenuhi
secara jelas dalam dunia pendidikan. Ada beberapa sumber referensi yang
membahas terkait etika tersebut, tetapi menurut saya belum diaplikasikan secara
nyata dalam kehidupan. Hasil dari beberapa referensi terkait etika dalam
pendidikan adalah :
- Prosedur yang dilakukan harus hati-hati
- Privasi setiap siswa atau objek penelitian benar-benar dilindungi
- Menjunjung tinggi keberagaman, tidak membeda-bedakan suku, ras, agama dll
- Penelitian bersifat terbuka, sehingga prosedu, proses, dan hasil dapat diketahui oleh umum.
- Menggunakan prinsip keramahtamahan
- Penelitian memperhatikan kepentingan berbagai pihak
- Menggunakan prinsip keterbukaan, khususnya hubungan antara guru dan siswa didalam kelas.
- Menghargai otonomi
Secara
keseluruhan materi pada pertemuan kali ini dapat saya pahami. Ada beberapa yang
belum saya pahami terkait aturan atau etika yang spesifik ketika melakukan
penelitian terhadap mikroorganisme. Saya mencoba membaca-baca lagi beberapa
referensi yang terkait kekurangpahaman saya dengan materi tersebut.
No comments:
Post a Comment