Friday, June 29, 2018

BIOETIKA


PERTEMUAN 10

            Pertemuan mata kuliah bioteknologi kali ini merupakan pertemuan terakhir sebelum ujian akhir semester. Pertemuan kali ini membahas tentang materi bioetika. Bu Fidia untuk kali ke dua mengajar dengan membawa anaknya. Bu Fidia untuk kali kedua juga terlambat masuk kelas dalam mata kuliah bioteknologi. Perkuliahan tidak seperti biasanya, karena materi ini tujuannya lebih menekankan pada sikap yang harus dimiliki oleh seorang peneliti ataupun pendidik terutama terkait dengan etika. Etika yang dibahas akan dihubungkan dengan makhluk hidup, sesuai dengan namanya yaitu bioetika.

            Perkuliahan diawali dengan sebuah gambar analogi, dimana terdapat beberapa mahasiswa yang sedang ujian dan ada yang mencontek hasil dari temannya karena tidak ada dosennya. Analogi yang sederhana tetapi penuh makna, karena menunjukkan etika yang dimiliki oleh mahasiswa yang mencontek sangatlah rendah. Etika dapat disimpulkan sebagai aturan, pedoman, atau norma yang disepakati dalam suatu masyarakat tertentu. Kita sebenarnya akan merasa menyesal atau bersalah ketika kita melanggar etika, karena hati nurani kita yang berbicara. Perasaan bersalah tersebut terkadang tertutupi oleh suatu kebutuhan atau keinginan dalam memenuhi sesuatu. Contohnya adalah ketika suatu peneliti mendapatkan data yang kurang baik, maka dengan tanpa etika dia mengganti atau memanipulasi datanya sehingga didapatkan data yang baik.

            Salah satu tindakan yang melanggar etika dalam peneletian atau dalam sebuah karya adalah plagiarisme. Plagiarisme dapat dikatakan mengakui hasil karya orang lain menjadi milik kita tanpa menuliskan asal atau sumbernya. Hal yang cukup sering dilakukan oleh kalangan akdemisi yaitu mengutip suatu bacaan tanpa menyertakan daftar pustakanya. Itu juga merupakan plagiarisme. Plagiarisme semakin nyata ketika dalam perkuliahan ini diberikan beberapa kasus. Kasus tersebut cukup menarik, karena tokoh utama dalam kasus tersebut adalah orang yang sudah terkenal, baik itu doktor, ilmuan, bahkan rektor pun juga ada. Akibat yang ditimbulkan juga tidak main-main, selain sanksi akademis tetapi juga sanksi sosial.

            Etika jika dikaitkan biologi sangatlah menarik. Bioetika sebenarnya bukan sebuah cabang dari ilmu, tetapi merupakan sesuatu yang harusnya ada dalam setiap cabang ilmu dalam biologi karena bersifat sebagai pedoman. Pedoman tersebut sangatlah penting. Bioteknologi yang tujuannya adalah membantu kehidupan manusi atau menyejahterkan manusia memiliki efek yang positif dan negatif. Etika disini berperan dalam mengantisipasi efek negatif yang ditimbulkan. Ada beberapa tantangan yang ada dalam bioteknologi, antara lain:
  • Kemajuan teknologi: transgenik, kloning, stem cell yang menyentuh harkat hidup suatu organisme
  • Kebijakan etika ilmu pengetahuan dan etika penelitian
  • Hubungan manusia terhadap lingkungan, sesama, flora, fauna, mikroorganisme

Etika berperan dalam tantangan tersebut karena fungsi dari bioetika sendiri adalah memandu, mengawal, memantau, mengawasi Para pengelola ilmu pengetahuan, ilmuwan dan ahli teknologi dan bioteknologi. Bioetika juga berperan dalam penelitian baik dalam subjek tumbuhan, hewan, manusia maupun mikroorganisme. Setiap subjek memiliki aturan atau etika tersendiri yang harus dipenuhi.


Etika sebeneranya tidak hanya berlaku pada penelitian yang sifatnya murini tetapi juga dalam bidang kependidikan. Apakah ketika seseorang meneliti bebas melakukan apapun terhadap objeknya (siswa)? Jawabannya adalah ada batasan yang seharusnya dipenuhi. Batasan tersebut merupakan etika ataupun norma yang berlaku. Saya belum menemukan batasan-batasan atau etika yang harus dipenuhi secara jelas dalam dunia pendidikan. Ada beberapa sumber referensi yang membahas terkait etika tersebut, tetapi menurut saya belum diaplikasikan secara nyata dalam kehidupan. Hasil dari beberapa referensi terkait etika dalam pendidikan adalah :
  1. Prosedur yang dilakukan harus hati-hati
  2. Privasi setiap siswa atau objek penelitian benar-benar dilindungi
  3. Menjunjung tinggi keberagaman, tidak membeda-bedakan suku, ras, agama dll
  4. Penelitian bersifat terbuka, sehingga prosedu, proses, dan hasil dapat diketahui oleh umum.
  5. Menggunakan prinsip keramahtamahan
  6. Penelitian memperhatikan kepentingan berbagai pihak
  7. Menggunakan prinsip keterbukaan, khususnya hubungan antara guru dan siswa didalam kelas.
  8. Menghargai otonomi

Secara keseluruhan materi pada pertemuan kali ini dapat saya pahami. Ada beberapa yang belum saya pahami terkait aturan atau etika yang spesifik ketika melakukan penelitian terhadap mikroorganisme. Saya mencoba membaca-baca lagi beberapa referensi yang terkait kekurangpahaman saya dengan materi tersebut.



No comments:

Post a Comment