PERTEMUAN 5
Pertemuan kelima ini membahas materi
kloning. Kloning dapat diartikan sebagai cara perkembangbiakan makhluk hidup
untuk mendapatkan individu atau anakan yang persis sama dengan induknya tanpa
melalui suatu proses pembuahan. Dalam bioteknologi modern kloning dapat
diartikan penggandaan fragmen DNA, sel jasad renik, atau penggandaan
sel/jaringan. Dalam pertemuan ini materi kloning dibagi menjadi tiga bagian,
yaitu kloning DNA, kloning reproduksi, dan kloning terapi.
Kloning DNA pada prinsipnya adalah
proses penggandaan jumlah DNA rekombinan (terdiri dari DNA target dan vektor)
melalui proses perkembangbiakan sel bakteri. Proses penggandaan jumlah DNA
dapat dilakukan dengan berbagai teknik, salah satunya adalah PCR (polymerase chain
reaction). Teknik ini dilakukan secara in vitro. Dimulai dari memasukan hasil
DNA rekombinan ke dalam suatu tabung kecil kemudian ditambahkan DNA primer, DNA
polimerase, dan dNTPs, lalu dimasukan ke mesin PCR. Setelah itu ditambahkan enzim
restriksi dan ligase, sehingga didapatkan plamid yang diinginkan.
Plasmid-plasmid tersebut yang telah dikembangkan merupakan pustaka genom.
Selanjutnya, plasmid tersebut dimasukkan ke dalam medium cair dan
disentrifugasi. Mediumnya dibuang dan hasilnya ditambah cryo protectant (suatu
zat anti dingin) seperti glisorol. Kemudian hasilnya disimpan dalam suhu minus
20-80 derajat celcius dan dapat bertahan sekitar sepuluh tahun.
Jenis kloning berikutnya adalah
kloning reproduksi. Salah satu contoh kloning reproduksi adalah kloning hewan
yang sempat membuat dunia terpana yaitu ketika dilahirkan domba dolly hasil
kloning. Tahapan rekayasa genetika domba dolly dimulai dari pengambilan
kelenjar mamae dari domba finn dorest dan ditempatkan pada media kultur.
Kelenjar mamae dipilih karena mudah diambil, tidak merusak struktur hewan
sendiri ( jumlahnya banyak) dan lebih mudah ditumbuhkan. Setelah itu, mengambil
sel telur dari domba blackface dan mengeluarkan intinya. Langkah selanjutnya
adalah memfusikan sel mamae ke dalam sel telur tsb dengan bantuan kejut arus
listrik. Jika berhasil maka akan terjadi pembelahan sel dan menjadi embrio.
Setelah sampai fase blastosis embrio dipindahkan ke uterus domba black face
yang lain dan akhirnya lahir domba dolly. Domba black face yang rahimnya
digunakan adalah disebut domba pengganti. Setelah domba dolly, semakin banyak
hewan lain yang dapat dikloning seperti domba polly, kucing, kera, banteng dan
babi.
Jenis kloning yang terakhir adalah
kloning terapi. Kloning ini bermanfaat terutama dalam bidang kesehatan, karena
dengan adanya kloning terapi, seseorang yang memeliki penyakit degeneratif
mempunyai kemungkinan untuk sembuh. Tujuan dari kloning terapi adalah
menyediakan sumber stem sel emrio yang sesuai secara genetik bagi seseorang
dengan gangguan berat. Stem sel sendiri merupakan sel yang dapat berkembang
menjadi berbagai jenis, sering disbut juga sel punca dan sel tunas.
Kemampuannya membelah dalam waktu yang tak terbatas menyebabkan sel ini yang
digunakan dalam kloning terapi. Sel tunas dapat didapatkan dari sum-sum tulang
belakang, kemudian dikultur dalam suatu medium sehingga akan tumbuh menjadi
suatu jenis sel yang diinginkan, bisa menjadi jantung, hati dll. Setiap sel
memiliki nutrisi yang spesifik agar menjadi suatu sel atau jaringan tertentu,
sehingga pertumbuhan sel tunas dapat direkayasa. Manfaat yang besar dari
kloning terapi ini salah satunya adalah dapat mengetahui perkembangan dari sel
kanker sehingga sehingga dapat menggantikan sel yang rusak serta dapat
menemukan obat yang sesuai.
Secara keseluruhan materi ini dapat
saya pahami. Bagian yang masih agak kurang paham adalah bagian contoh aplikasi
dari masing-masing jenis sel, bagaimana cara dan juga manfaat yang didapatkan.
Saya mencari tambahan referensi agar semakin memahamkan saya akan materi
kloning ini.
No comments:
Post a Comment