Thursday, June 28, 2018

KLONING


PERTEMUAN 5

            Pertemuan kelima ini membahas materi kloning. Kloning dapat diartikan sebagai cara perkembangbiakan makhluk hidup untuk mendapatkan individu atau anakan yang persis sama dengan induknya tanpa melalui suatu proses pembuahan. Dalam bioteknologi modern kloning dapat diartikan penggandaan fragmen DNA, sel jasad renik, atau penggandaan sel/jaringan. Dalam pertemuan ini materi kloning dibagi menjadi tiga bagian, yaitu kloning DNA, kloning reproduksi, dan kloning terapi.

            Kloning DNA pada prinsipnya adalah proses penggandaan jumlah DNA rekombinan (terdiri dari DNA target dan vektor) melalui proses perkembangbiakan sel bakteri. Proses penggandaan jumlah DNA dapat dilakukan dengan berbagai teknik, salah satunya adalah PCR (polymerase chain reaction). Teknik ini dilakukan secara in vitro. Dimulai dari memasukan hasil DNA rekombinan ke dalam suatu tabung kecil kemudian ditambahkan DNA primer, DNA polimerase, dan dNTPs, lalu dimasukan ke mesin PCR. Setelah itu ditambahkan enzim restriksi dan ligase, sehingga didapatkan plamid yang diinginkan. Plasmid-plasmid tersebut yang telah dikembangkan merupakan pustaka genom. Selanjutnya, plasmid tersebut dimasukkan ke dalam medium cair dan disentrifugasi. Mediumnya dibuang dan hasilnya ditambah cryo protectant (suatu zat anti dingin) seperti glisorol. Kemudian hasilnya disimpan dalam suhu minus 20-80 derajat celcius dan dapat bertahan sekitar sepuluh tahun.

            Jenis kloning berikutnya adalah kloning reproduksi. Salah satu contoh kloning reproduksi adalah kloning hewan yang sempat membuat dunia terpana yaitu ketika dilahirkan domba dolly hasil kloning. Tahapan rekayasa genetika domba dolly dimulai dari pengambilan kelenjar mamae dari domba finn dorest dan ditempatkan pada media kultur. Kelenjar mamae dipilih karena mudah diambil, tidak merusak struktur hewan sendiri ( jumlahnya banyak) dan lebih mudah ditumbuhkan. Setelah itu, mengambil sel telur dari domba blackface dan mengeluarkan intinya. Langkah selanjutnya adalah memfusikan sel mamae ke dalam sel telur tsb dengan bantuan kejut arus listrik. Jika berhasil maka akan terjadi pembelahan sel dan menjadi embrio. Setelah sampai fase blastosis embrio dipindahkan ke uterus domba black face yang lain dan akhirnya lahir domba dolly. Domba black face yang rahimnya digunakan adalah disebut domba pengganti. Setelah domba dolly, semakin banyak hewan lain yang dapat dikloning seperti domba polly, kucing, kera, banteng dan babi.

            Jenis kloning yang terakhir adalah kloning terapi. Kloning ini bermanfaat terutama dalam bidang kesehatan, karena dengan adanya kloning terapi, seseorang yang memeliki penyakit degeneratif mempunyai kemungkinan untuk sembuh. Tujuan dari kloning terapi adalah menyediakan sumber stem sel emrio yang sesuai secara genetik bagi seseorang dengan gangguan berat. Stem sel sendiri merupakan sel yang dapat berkembang menjadi berbagai jenis, sering disbut juga sel punca dan sel tunas. Kemampuannya membelah dalam waktu yang tak terbatas menyebabkan sel ini yang digunakan dalam kloning terapi. Sel tunas dapat didapatkan dari sum-sum tulang belakang, kemudian dikultur dalam suatu medium sehingga akan tumbuh menjadi suatu jenis sel yang diinginkan, bisa menjadi jantung, hati dll. Setiap sel memiliki nutrisi yang spesifik agar menjadi suatu sel atau jaringan tertentu, sehingga pertumbuhan sel tunas dapat direkayasa. Manfaat yang besar dari kloning terapi ini salah satunya adalah dapat mengetahui perkembangan dari sel kanker sehingga sehingga dapat menggantikan sel yang rusak serta dapat menemukan obat yang sesuai.

            Secara keseluruhan materi ini dapat saya pahami. Bagian yang masih agak kurang paham adalah bagian contoh aplikasi dari masing-masing jenis sel, bagaimana cara dan juga manfaat yang didapatkan. Saya mencari tambahan referensi agar semakin memahamkan saya akan materi kloning ini.


No comments:

Post a Comment