Pertemuan kedua mata kuliah bioteknologi membahas tentang teknologi enzim, teknologi substrat, dan teknologi fermentasi. Pada awal sebelum perkuliahan, saya merasa bingung dengan topik yang ditentukan. Walaupun kata-katanya tidak asing, tetapi saya menjadi bingung ketika ada tambahan kata teknologi didepan kata enzim, susbtrat, dan fermentasi. Pikiran saya langsung tertuju kepada suatu alat dengan teknologi yang mutakhir dan belum banyak diketahui oleh orang. Tetapi setelah mendapatkan penjelasan dari dosen, saya pikiran saya menjadi lebih terbuka. Pengertian topik yang dibahas tidak sesempit pikiran saya, melainkan lebih luas lagi dan ternyata sudah dikenal oleh orang banyak.
Topik atau materi yang pertama yaitu teknologi enzim. Sepemahaman saya setelah dijelaskan, enzim merupakan biokatalisator yang berupa protein yang dihasilkan oleh sel, baik prokariot maupun eukariot, yang mampu melakukan perubahan-perubahan kimia. Enzim tidak hanya bermanfaat bagi manusia saja tetapi juga tumbuhan dan hewan. Enzim ternyata sudah digunakan sejak dulu untuk membuat roti, keju, minuman anggur dll. Peran enzim saat ini telah berkembang, tidak hanya pada cakupan makanan saja tetapi sudah berperan penting dalam dunia industri. Contoh enzim yang digunakan dalam industri pangan adalah lipase, protease dan amilase. Amilase dapat dihasilkan oleh berbagai mikroorganisme seperti Bacillus sp. dan clostridium sp.
Materi yang kedua adalah teknologi substrat. Ada dua macam substrat untuk bioteknologi yaitu bahan mentah alami dan bahan kimia. Bahan mentah alami berasal dari pertanian dan kehutanan sedangkan bahan kimia berasal dari gas alam, minyak gas, dan bahan bakar fosil. Contoh bahan mentah alami adalah tongkol jagung, ampas tebu dan jerami padi.
Berbicara mengenai teknologi substrat erat kaitannya dengan teknologi fermentasi. Karena dalam fermentasi digunakan substrat sebagai bahan dasar produk fermentasi. Dalam fermentasi ada tiga tahap, yaitu proses hulu, fermantasi dan transformasi, serta proses hilir. Pada proses hulu dilakukan perlakuan pada bahan mentah sehingga dapat digunakan oleh mikroorganisme dalam fermentasi. Proses yang kedua yaitu fermentasi dan transformasi, dalam tahap ini mikroorganisme mengalami pertumbuhan disertai proses produksi bahan yang diinginkan. Tahap yang terakhir yaitu proses hilir dimana bahan yang dihasilkan dimurnikan terlebih dahulu sebelum digunakan.
Keuntungan dari teknologi fermentasi antara lain, dapat membuat antibiotik dan protein, menghasilkan lebih besar, menghasilkan produk eksklusif senyawa isomerik, bekerja pada suhu rendah dan pH mendekati normal. Kerugian dari teknologi fermentasi adalah mudah tekontaminasi mikroba, produknya masih campuran, memerlukan penanganan limbah dan prosesnya lambat.
Keseluruhan materi yang disampaikan dapat saya pahami, tetapi saya kurang memahami terkait proses-proses penggunaan teknologi enzim dalam bidang-bidang kehidupan seperti bidang kedokteran. Contohnya adalah bagaimana menghasilkan antibiotik, hormon dan PST. Untuk mengatasi kendala tersebut saya melakukan pencarian informasi tambahan melalui internet.